Ain Gem, Opa!

Posted in andalas on July 14, 2009 by sadam7

begitu mobil berenti di parkir barat mol SKA, Daffa turun dan menghilang sementara Opa buka sabuk pengaman dan memeriksa kondisi mobil, Mami sibuk memeriksa tas penuh bekal daffa.

Dipanggil-panggil, dicari-cari, usut punya usut, maka ditemukanlah Daffa sianak hilang di dalam bilik mesin ATM. Ketika dipanggil, “Daffaaaa,,,,,,” dijawab “iya Opa”,… Daffa ngapa?,,, dijawab “Affa ain gem Opaaa…” (sambil mencet-mencet keypad ATM)

Affa ain gem Opaaaa.....

Affa ain gem Opaaaa.....

Cium Sayang Berbalas Sendal

Posted in andalas on August 14, 2008 by sadam7

 

Saban hari 5 kali seminggu Omaku pergi pagi pulang petang, melarung waktu mengais rejeki, menapak upaya berperisai do’a, 4 windu hampir berlalu sejak sebelum mami ada sampai ketika kini bercucu sudah ( aku lho…Daffa cucunya Oma).

Tak salah kata banyak yang tua-tua, sayang ibu sepanjang jalan… sayang Oma megalahkannya, tiap Oma pulang dari kantor selalulah ada buah tangan untukku, kadang kue kadang roti, kadang buah kadang bakso, kadang baju kadang celana… (aaaaaada aja..).

daffa, 1.5 years old

daffa, 1.5 years old

Petang semalam Oma tiba di rumah ketika aku berada di beranda depan, aku sedang berjongkok nak mungut mainanku yang terjatuh dibarisan terompah, tiba-tiba Oma meraih pundakku dan menciumiku, eh setengah terkejut setengah sadar, tanganku reflex meraih terompah dan memukulkan ke Oma yang beranjak tegak, “PLOK” serandal berlabuh di pipi Oma, Oma kaget,… Opa Bersenandung “ cium sayaaang berbalaaaaslah sendaaaaaaaaal.”

Berdosakah daku?… gaklah yauww… aku kan dalam masa pertumbuhan.

Kejarlah Daku Kau kulempar

Posted in andalas on August 8, 2008 by sadam7

Aku terbiasa melemparkan benda apa saja yang ku dapat, kebiasaan ini berawal ketika opa membelikanku ratusan bola-bola plastic kecil unruk mandi bola.

Ketika aku masih di Padang, Kebetulan sedang hari libur bersama, Opa Oma dan ncle Na nyusul ke Padang, sekalian menghadiri pesta pernikahan Bunda Ira – adik Papi yang bungsu. Opa Oma nginap di Hotel Bumi Minang, malamnya aku diajak Oma tidur di hotel karena mereka rindu denganku.

Sampai di hotel Opa langsung mandi sementara Oma beresin barang- barang dan bikinkan susu buatku. Selagi Oma sibuk, aku melihat dompet Oma tergeletak di atas tempat tidur, segera aja kuambil dan keluarkan semua isinya, ktp, sim, stnk dll. keserakkan di lantai.

Sekeleuarnya Opa dari kamar mandi, Ia menghapiriku dan mau mengambil dompet di tanganku. Aku tak mau ngasi ke Opa, aku lari keluar kamar yang pitunya kebetulan lagi terbuka, Opa mengejarku sepanjang lobi hotel yang akhirnya aku terpojok di sudut lobi dekat jendela, aku tak bisa lagi berlari, spontan aja dompet itu kulempar ke muka Opa. Naah opa, …”kejarlah daku kau kulempar”.

Kalau Nanti Ketika Mungkin

Posted in sisi lain on August 5, 2008 by sadam7

“Kalau Nanti Ketika Mungkin”, sepertinya ini kalimat ga bener nich, yeah…. aku pun setuju…, tapi mungkin ini kalimat memiliki berjuta makna dan dinikmati dengan berjuta perisa kalau yang baca adalah presidennya penyair Indonesia Sutarji Calzoum Bahchri.

Aku cakit, muntah-muntah, panas, lemes, letih, loyo, lelah.., aku termenung tanpa peduli stimulus apa yang diberikan orang-orang sekelilingku… tapi aku lagi mikir opo ngayal ya…

Kalau nanti Amerika menyerang Iran dengan segala kecanggiahan senjatanya dan Iran ga mau kalah gitu aja, Ketika itu mungkin semua anak-anak sebayaku sirna dari muka bumi.

Kalau nanti Barack Obama terpilih jadi presiden Amerika, ketika itu mungkin beliau berucap dalam hati ” kan kubangun sekolah taman kanak-kanak di Jakarta untuk mengenang masa kecilku.

Kalau nanti negeriku lolos dari cengkraman krisis multi dimensi … (listerik yang utama) , ketika itu mungkin rumah, kampung, kota dinegeriku akan terang benderang dan mamiku tak perlu lagi mengelap muntah di sekujur tubuhku dalam kegelapan malam, dan teman-teman sebayaku tak perlu lagi mencari sebilah suluh untuk meneranginya ke musola.

Kalau nanti ketika aku gede, ketika itu mungkin aku ketemu dengan kalimat ini,… dan kankulanjutkan.

Sembah sujud di kaki kursi

Posted in andalas on August 3, 2008 by sadam7

Sepintas kalimat itu mirip dengan kalimat yang rada-rada sakral bagi kaum Muslimin yakni kalimat “Sembah sujud dikaki orangtua”, tapi aku sama sekali tidak bermaksud untuk merendahkan, apalgi melecehkan kesakralannya, really…beleave me.

Kalimat itu spontan terucap dari mulut opa, ketika kami skeluarga lagi bercengkrama dalam keluarga kecil kami tentunya di rumah kami yang kecil pula ( Alhamdulillah bagi kami rasanya lapang dech). Keluarga di rumah kami terdiri dari Opa, Oma, Papi Mami dan ncle Na, kecil to?.. cumin sehitungan jari sebelah tangan. Sebetulnya ada anggota catu lagi tu yang celalu abcen di rumah, semenjak aku jadi penduduk dunia ini baru ketemu 3 kali lo, beliau tu ncle Ji adik mami, waktu aku lahir beliau lagi kuliah ITS-surabaya, abis tu siap wisuda di berangkat ke Pune-India.

Kisah itu, ee itu apa ini ya..bermula pada suatu sore, setelah aku bangun tidur-siap mandi siap mimik ( se mangat ku lagi tinggi, full power n happy so pasti), ncle Na lagi ga les, papi mami ada opa ada oma baru pulang kantor. Aku main lempar-lempar bola sama opa (bola kecil_kecil lo, ga seperti bolanya piala EURO), bola ku banyak, sekitar empat ratusan di beliin mami papi opa juga, buat mandi bola. Ncle Na dan papi duduk dikursi nonton tv, mami dan oma di meja makan lagi ngemil gorengan bawaan oma sepulang kantor.

Setelah sekian menit main lemparan bola, opa pergi ke ruang depan sementara itu aku main sendiri, tapi disekilingku ada ncle Na, papi mami dan oma, aku merasa haus ( mereka pasti ga ngira aku haus karena belasan menit yang lalu aku baru nenggak susu sebotol penuh) dan mendekat kea rah mami dan oma, lalu naik kekursi makan yang diduki mami – naik nya manjat lo – menyadari aku mau naik ke kursi mami, mami merangkul punggungku biar aman dan tentunya ya aku merasa aman donk. Setelah berdiri di atas kursi mami, aku lupa kalo aku lagi haus, karena aku meliahat banyak mainan baru di meja makan, ada tahu sumedang, ada tempe goring ada bakwan dan ada juga godok ubi – cantik, bulat gedenya persis segede bola mainanku. Aku mengambil satu godok ubi dan kucelup ke gelas mami – kaya Archimedes ngadaain penilitian – mami melarangku dan aku berhenti, tapi air digelas mami aku tumpahin.

Beberapa detik kemudian (aku ga tau persis peristiwanya- karena begitu cepat terjadi ), oma terpekik keras sekali, mami pucat pasi, ncle N dan papi terkejut, lantai berbunyi “ge-de-guk” ( yang bnyi lantai opo jidatku yo?), aku menangis sejadi-jadinya , mami dengan reflex dan penuh penyesalan mengangkat dan memelukku erat-erat, sementara ncle Na , papi dan oma terdiam seribu bahasa. Mendengar kegaduhan itu opa dating menghapiri kami dengan mimic penuh gunda gulana, lantas oma mengambil air minum dan menyuruhku minum aku menolak karena mulutku lagi bertugas menyelenggarakan tangis yang dahsyat.

Setelah beberapa menit kemudian suasana mulai mereda, tangisku mulai kendur dan akhirnya berhenti ( bu kan karena sakitnya udah abis – tapi karena tenaga udah abis untuk bisa menangis lagi). Ketegangan di wajah orang-orang terkasih ku mulai sirna, tanganku tanpa disadari mengambil bola yang banyak di lantai, aku mulai bermain lagi. Ncle Na tersenyum, oma pergi kamar mandi nutuk beruduk untuk solat magrib, papi dan mami duduk mengantarai aku, opa berlalu sambil tersenyum, ketika itulah kalimat itu terucap : “daffa sembah sujud di kaki kursi”. Habis solat magrib oma menyruh mami papi memeriksakan aku ke dokter, aku pun diantar unit gawat darurat rs AwalBrosr. Insya Allah n Alhamdulillah…ra opo-opo.

 

Bendera Putih

Posted in andalas on August 1, 2008 by sadam7

“Bendera putih”

Sejak bayi aku banyak bersama Opa, apalagi kalo Papi lagi di luar kota – mami sibuk di kampus – pembantu lagi ga punya … , opa senang ngerjain apa saja kerjaan yang bisa dilakukan sambil momogin aku.

Dalam hal aktivitas yang dilakukan opa aku pasti turut ambil bagian bahkan aku ingin selalu mendahului opa berbuat. Misalnya aklo opa lagi baca, aku ingin baca duluan, kalo opa gak kasi Koran ato buku yang lain, aku pasti merampas yang di tangan opa, atau kalo opa lagi lagi computer aku duluan mencet keyboard, kalo opa lagi maen game aku duluan yang ngambil sticknya, e… kalo aku yang mencet keyboard ato stick kok ga ada responya di monitor ya?… taunya aku dikasi keyboard atao stick yang disconnecting… , opa boongin daffa ya?..

Suatu hari opa lagi nyuci mobil mami – ketika itu papi ga ada, mami ke kampus ditumpangin om Rudi ( temen mami sesama ngajar). Pertama Opa ngambil selang air, langsung aja aku tarik selang di tangan opa sampe airnya muncrat ke muka opa, muka opa basah kuyup, sambil cengengesan opa ngusap mukanya dengan kedua telapak tanganya – opa seneng apa marah ya – biarin aja … emang gue pikirin.., tapi ga marah deh kayaknya, opa menarik tanganku dan membimbing mengarahkan mulut selang ke dalam ember. Opa ngambil magic towl dan mencelupkannya ked ala ember di depanku, eit aku pengen juga, kutarik itu barang dari tangan opa, selang di tanganku pun lepas ke bumi tapi mulut selang mengarah ke tubuhku, semprotaannya membasahi sekujur tubuhku… opa bilang … yeah rasain daffa… satu sama kata opa sambil berlari ngambil anduk dan mengelap mukaku.

Tahap demu tahap opa menyelesaikan proses mencuci mobil, aku terus ngikutin apa yang dikerjain opa, opaa ga marah kok, tapi bentar-bentar sudut mata opa melirik ke arahku… mungkin opa takut diguyur lagi kali.., opa selalu tersenyum bila mata kami saling bertatapan, akupun tak malas membalas senyum opa… karena aku seneng opa ga ngelarang aku nyuci mobil.

Pada tatapan kesekian, opa tak lagi tersenyum padaku… what wrong?.. wajah opa keliatan tegang melihatku, opa takut ada terjadi buruk hal padaku karena aku diam aja.. gak lagi berbuat sesuatu like before. Opa nanya “kenapa?” aku diam aja karena aku memang belon bisa ngomong. Opa menghampiriku dan memeriksa semua yang ada ditubuhku, aku terus diam… sampai ahirnya opa tau pepmpesku was overload, opa bilang mau nyuci mobil lagi ga? dalam hati ku bilang: nyrah deh opa nih “bendera putih tuk opa” kataku sambil membuang gayung dari tanganku.

 

Hp opa masuk kloset

Posted in andalas on July 28, 2008 by sadam7

Aku senang sekali ngutak-ngatik telpon seluler opa ( juga hp sapa saja penduduk rumah ), karena sejak bayi , aku selalu ditemani musik yang diperdengarkan melalui hp terutama musik instrumen milik pemusik terkenal Kenny G, juga ayat-aayat cinta ee… ayat-ayaat Al_Quran yang ada di hp opa. Semenjak otak ku biasa memberikan perintah menggenggam dan kedua tanganku dapat melaksanakan perintah itu, aku udah familiar menggigit hp, memencet-mencet tombol keyboard hp.

Suatu ketika aku tinggal bersama opa di rumah, papi lagi ke padang, oma ngantor, uncle Na sekolah, uncle JI masih training di Pune _ India dan Mami lagi ke kampus mimipin seminar proposal, sementara pembantu lagi ga punya. Seperti biasa kalo lagi tinggal ama opa, aabis sarapan pagi opa ngajak aku keliling rumah pake kereta bayi sambil mendengar music dari hp opa yang ditaruh di kantong belakang kereta dorong, sampai opa capek dan aku mulai ngantuk trus aku digendong opa keluar kereta dan masuk rumah.

Biasa aku tidur sekitar pukul 10an tiap pagi sambil ngisap botol susu diiringi music Kenny G dari hp yang ditaruh di sampingku. Tapi kali ini setelah masuk rumah dan aku udah ngantuk, opa belum juga bikin susu buat aku aku dibawa opa masuk kamar, e… pintun kamar di kunci opa, opa masuk kamar mandi (mungkin opa lagi kebelet kali), sebelumnya opa kasi pegang hp ke aku, bosan kutak-katik hp, aku jadi ga sabaran mau mimic – mana ngantuk lagi – opa belon juga muncul, kutokok-totokkan hp ke pintu km… ee.. gak juga opa keluar. Ketika kesabaranku abis, kulemparkan hp kea rah pintu km, tau-taunya bersamaan dengan itu opa membuka pintu km… yesws… pintu terbuka…hp opa masuk kloset… goaaaalll……

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.