Perselisihan

“Perselisihan Dalam Keluarga”

Sesungguhnya ini adalah masalah dalam rumahtanggaku, tak layak dibeberkan didepan khalayak banyak, tapi jiwa “Blogger” mulai merasuki jiwaku, mulai berakar disetiap pembuluh darahku, selalu berteriak di setiap detak detik jantungku, aku tak sanggup mengalahkannya.

Maafkan Saya sodara-sodara sekalian, dalam masalah ini, ketika suasana sedang panas, dikala hati ini sedang meradang, sangat dibutuhkan ketenangan sodara-sodara membacanya karena sedikit lebih panjang dari biasa-biasanya. Dan ingat!, jangan membaca sepotong-sepotong karena itu dapat menimbulkan kesalah pahaman yang bisa saja menimbulkan permasalahn baru yang lebih rumit.

Ada jurang pemisah yang teramat dalam antara aku dan orang-orang dekatku, ini masalah serius yang perlu diselesaikan dengan kepala dingin, perlu kecerdasan, kearifan dan kesabaran kedua belah pihak demi keselamatan, keamanan , kerukunan dan ketentraman sesama, dalam keluarga ini…..

Perselisihan ini penyebabnya hanya satu kata, tapi kata itu sangatlah menyiksa batinku, Kata itu seolah-olah sebuah Vonis yang mencabut kemerdekaanku. Kata itu biasanya terucap dari siapa saja dirumahku ketika smangatku sedang menggebu-gebu untuk melakukan hal-hal yang menurutku adalah suatu yang wajib kulakukan, wajib aku mencoba, wajib aku bisa. Tapi aku hanya seorang diri, seorang bocah kecil, sementara dipihak dipihak lain mereka kelihatan sangat solid sekali…what can I do?.

Anda sekalian tentu merasa sangat prihatin terhadap diriku bukan?. Tapi Saya tidak meminta keberpihakan sodara-sodara, Saya minta agar sodara-sodara bersikap netral sesuai himbauan dari PANWASLU. Sekarang ketahuilah sodara-sodara perselisihan terakhir tadi siang kata itu terucap dari mulut Opa ketika aku memanjat rak besi, pada ketinggian satu meter, ketika aku hendak berpindah dari tempat ku berpijak ke arah kulkas, Opa berkata jangaaaaan Daffa nanti jatuuuh ( opa berucap sambil memelukku). Tapi aku tak terima, aku meronta dan menangis sejadi-jadinya.

“JANGAN” , itulah kata penyebab perselisihan, kata yang paling kubenci.

aku tak terima, aku meronta dan menangis sejadi-jadinya (24/08/08)

aku tak terima, aku meronta dan menangis sejadi-jadinya (24/08/08)

6 Responses to “Perselisihan”

  1. Wah cep cep cep daafaa, bude jadi sedih karena liat di photo daffa nangis. “Jangan” memang kata yang menyebalkan, tetapi kalau daffa pahami dari sudut opa pasti daffa tahu bahwa kata “Jangan” kadang kala juga merupakan perwujudan rasa Cinta dan kasih sayang. Bahkan kata “Iya” yang selalu menyenangkan hati belum tentu selalu membawa kebaikan di kemudian hari. Ok cep ya jangan nangis lagi. thanks

    >>>>>Iya ya Bude, akal dan hati memang terletak tak berjauhan tapi kadang-kala hati tak bisa menerima akal sebaliknya kadang akal salah mengerti hati. Makasih Bude Yulis, Bude dah Bersikap Netral, kemarin waktu daffa visit blog Bude, Daffa bisa comment karena materi postingnya berat buat Daffa.

    thanks,
    Daffa

  2. wah ncle bisa ngrasa apa yg daffa rasa..
    soalnya ncle dulu prnah kecil jg..
    hwehhe..seakan kita tak sanggup melakukan sesuatu y daffa..
    hhihi..kkesalan cukup di ungkapkan dgn tangisan..
    cup cup cup,, AJI NO MOTO…

    >>>>>naaaaah… ni curang nih, cnle Wawan ga Netral yaa… ntar dimarahin PANWASLU baru roso, kemarin da dimarain pak cosa kan?… hihihihi… cian deh..

  3. saya lum jadi ortu jdi cuma tau teorinya, sgt wajar klo ortu, kakek/nenek atau paman/bibi khawatir terjadi sesuatu jika anak melakukan sesuatu yg berbahaya seperti memanjat rak setinggi satu meter :-) kalau jatuh pasti sakit…nah terkadang kita perlu membiarkan anak bereksplorasi dengan catatan tetap dalam pengawasan. USahakan kita dalam jangkauan jarak yg bisa menangkap atau menyelamatkan dia jika sesuatu terjadi…semakin kata JANGAN dilontarkan maka semakin tertantang anak untuk melakukan sebaliknya..semoga bermanfaat.

    >>>>>saran yang tepat, makasi banget advicenya nTe, semoga dibaca penduduk rumahku biar terus waspada momongin Daffa. :-) Cepet-cepet jadi ORTU ya Tante Indira, biar Daffa dapet temen baru hiiiihihihi…
    love
    Daffa.

  4. duh …. tak kira bener2 ada masalah ….. jebule benci tho sama yg namanya “jangan” :P :P

    >>>>> Tapi Daffa ga bermaksud ngagetin Tante lho!!…, bener, pasti nTe Elys, ga bo’ong. Tante Elys bagi donk clips tentang burung-burung, bolehkan?
    TQ, with love, Daffa.

  5. cep cep cep… eh udah gak nangis ya cekalang? hebaat…

    jadi nanti kalo opa, oma, mama, papa bilang jangan… daffa jangan keluarin senjata pamungkas dulu… (nangis). Tapi keluarkan senjata lainnya, apa coba…? satu kata aja : “kenapa ?” nanti daffa pasti tau alesannya, dan alesan secenrnya yaitu karena semuanya sayang Daffa… kalo gini calanya… pasti daffa cepet jadi pemuda yang bijaksana… amiennn…

    cihuy buat daffa…

    >>>>>waah, ternyata wajah yg ga keliatan itu punya fikiran yang keliatan jelas…. sungguh.
    Makaci Om JAps, pertama Om ngunjungin Daffa, senjata Daffa jadi bertambah…( senjata pamungkas biar jadi destroyer ya Om) :-) Om Japs ahli rancang bangun ya, pasti rumah Om Japs sangat nyaman ditempati kalo Daffa yang nempati pasti jadi berantakan ya, abis Daffa sukanya lempar-lemparan :-)
    nice 2 meet u Om Japs,
    Daffa tunggu senjata baru, hihi..
    salam

  6. Hmmm JANGAN kalau diucapkan dengan teriak memang menakutkan Daffa ya… Tapi sekarang Daffa pikir deh kalau JANGANnya dengan suara kecil pasti Daffa juga ngga dengar kan? Opa bilang JANGAN karena opa sayang Daffa dan tidak mau Daffa luka kan? Dan kata JANGAN di kondisi yang lain kan bisa bersifat menghibur…. misalnya “Daffa jangan takut ya, kan ada Opa”… “Daffa jangan sedikit dong makannya….” ” Kalau diucapkan tidak dengan suara yang kencang pasti Daffa senang mendengarnya kan. Jadi tidak selamanya JANGAN itu jelek Daffa. Bahasa Jepangnya JANGAN adalah DAME. Tante sering bilang DAME ke Riku dan Kai juga. Karena tante sayang mereka. Jadi Daffa tidak usah membenci kata Jangan ya. Soalnya nanti Daffa besar sedikit bisa bilang ke Opa, “Opa jangan makan banyak kuenya Daffa, nanti kurang untuk Daffa”. Nah… Daffa harus pakai kata Jangan kan?

    Wah tante jadi bicara panjang ya….
    JANGAN bosan ya Daffa

    EM

    >>>>>pasti nTe Imelda, Daffa never “boring” dech, apalgi dah dikenalin ama Kai and Riku, senang hatiku, rasa-rasa berada disitu, bersenda gurau dengan Kai dan Riku, uuuuuh.. jauh sudah kini khayalanku, seakan aku jadi milikmu-kamu jadi milikku, yang pasti kini aku mesti menuntut ilmu sebagai bekal membeli perahu, bersampan riang ama Kai dan Riku, menjalin bercerita lucu agar hati bersatu hingga tiada jarak antara hati Kai hatiku dan hati Riku, terasa kini hatiku berbeban rindu, berkecambah sudah cinta dihatiku, aku menunggu waktu sampai kelak dapat melabuh rindu diantara Kai dan Riku… :-) Aku… pada suatu waktu, tak mau seorangpun membelengguku tidak juga kau (kau siapa ya?), sampai aku Kai dan Riku bertemu disituuuuu…. tuuuu… :-) hahahah….huhuhuhu… nah lho?! Tante Imelda ” jangan bosan ya?! Daffa jadi berkhayal panjang nich.. panjang dari bicara Tante Imelda kan?…
    semoga dunia cah bocah terjalin indah.

    great love,
    Daffa

Leave a Reply