This entry was posted on August 19, 2008 at 8:38 am and is filed under andalas . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed
You can leave a response, or trackback from your own site.
Wah daffa, ternyata kita punya tanggal keramat yang sama ya? dulu bude ketemu Pak de tanggal 07 Januari 2007 dan menikah tanggal 07 Januari 2008. Berarti bude akan selalu ingat tanggal Ultahmu. Dan tanggal Aniversrynya Opa dan Oma juga sama dengan tanggal hijrah saya ke US 15 November 2007. Thanks.
>>>>>Fakta demi Fakta baru terungkap…..eeiiiit… kaya berita penyidikan korupsi aja.
Bude Yulis, kenyataan-kenyataan… ternyata demi ternyata… fakta demi fakta antara kita ternyata berkata sama, tulus nafas demi nafas lidah berkata, merajut kata menjalin cerita, membumi silaturahmi menyatukan rohani….waah sok puitis nih daffa ya Bude Yulis.
Bener Bude Yulis, Opa n Oma nikah 15 Nopemper 1981, mami lahir 12 Juli 1982 (prematur/1,2 kg/diinkubasi 55 hari). Mami n Papi nikah 2 April 2006 bertepatan ultah Oma ke 45, Daffa lahir tgl. 07 Januari 2007 pukul 7 { jadi angka 7 (sapta) jadi nama depan Daffa}, Daffa artinya “strong” (jadi nama tengah), lahir di RB. Budi Mulya ( Mulya jadi nama belakang), semoga “Sapta Daffa Mulya” menjdai anak yang menyenangkan hati,….do’ain ya Bude! kata Opa do’a dari hati yang tulus memiliki kekuatan yang dahsyat…kata orang eropa ” take time to pray, its the greatest power ” kata Allah dalam al-Qur’an “Ud’uni astajiblakum”…semoga..
salam ta’jim
daffa,opa,oma,papi n mami
p.s : antara kita ada beda Bude Yulis, di rumah Daffa listerik sering mati.
Wah, Daffa makin canggih aja nih ngeblognya, udah bisa pasang foto pake manuver segala ….. plok plok plok lagi deh! Ajarin Bude dong …
Ohya, ternyata Daffa suka lagu-lagunya Opa Leo Kristi ya (baca di blog Bude Yulis). Whoa … Bude Tuti juga suka baget tuh lagu-lagunya Opa Leo. Mulai dari album “Nyanyian Fajar”, “Nyanyian Pagi”, “Nyanyian Malam”. Tapi mulai album ke IV. “Nyanyian Tanah Merdeka”, mulai ada beberapa lagu yang Bude kurang cocok, soalnya aransemen musiknya terlalu ‘nyleneh’. Susah dinikmati. Dulu Bude punya kasetnya semua, tapi sekarang sudah pada lenyap entah kemana (jangan-jangan dilemparkan Daffa ke luar jendela ya … ).
meja kayu, sepasang kursi
bunga mawar merah dan putih
nyala lilin sinar bintang
suara lembut petikan gitar …
sejuta genta di dalam hati
sejuta benang engkau terpisah
tak terjangaku oleh tangan
jalinan panjang rambutmu sayang …
>>>>> Iya Bude Tuti, abis daffa bosan liat blog Daffa tuh… ga menarik tampilannya, ga ada animasinya.. tulisan melulu, padahalkan Daffa belon bica baca ya Bude Tuti. Kalo Opa suruh Daffa mbaca… Daffa baca aja : ” bababa…bababa…bababa…” .
Eh.. ternyata Bude Tuti seneng juga ya ama lagu-lagu mBah Leo Cristi, Daffa senang tuh ama syairnya, penuh warna berjuta makna, dulu Daffa ada album “Nyanyian Tambur Jalan”… tapi sekarang da ga ada.
Taon lalu waktu wisuda “ncle Ji” di ITS Surabaya, nanya-nanya ga ada yang tau tuh dimana ada yang jual… eeh.. kecewa deh.
Bude Tuti, saking seneng ama mBah Leo, waktu pesta Mami n Papiku di Mesjid Agung Annur Pekanbaru ( 02 april 06 bertepatan Ultah Oma ke 45), dipajang banner bertuliskan syairnya mBah Leo ( tapi sedikit dimodfikasi Opa ). Bude Tuti pengen tau ga? kan waktu itu Bude ga datengkan ( memang ga diundang ya, sama tuh..daffa juga ga diundang…. hehehe..).
….. Berjalan menyusur aroma tanah basah hujan pertama,
melangkah ta..ta..ta..ta..manik-manik airsusu ibunda.
Berjalan menyusur aroma tanah basah hujan kedua,
mendaki dipikul pusaka…do’a suci ibunda.
Berjalan menyusur aroma tanah basah hujan ketiga,
menurun mewariskan pusaka amanah ibunda…
menatap paras pagi tiba.
Ada koreksi sedikit untuk lirik lagu Opa Leo yang Bude tulis di atas. Lirik baris ke empat, seharusnya adalah ’sonata lembut petikan gitar’.
Masih ada satu bait lagi, lanjutan kedua bait di atas, yaitu :
engkau sendiri kini
aku sendiri kini
selalu kita bersama
walau hanya di hati lai lai lai ….
sampai saat tiba
Daffa kenal nggak lagunya? Bagus banget lho, dinyanyikan dengan suara berat dan melodius Opa Leo. Iringan musiknya gitar saja, dipetik oleh Opa Leo sendiri. Bude akan coba cari kembali lagu-lagu Leo, agar bisa direkam di CD atau MP3.
Bude sudah pernah masuk ke Masjid An Nur, wah … indah sekali ya. Kubahnya yang bermotif wajik-wajik warna biru dan hijau unik sekali. Sayang waktu itu bukan pas pernikahan papi dan mami Daffa, jadi nggak bisa ikut makan gratis ….
Lirik yang ditulis Opa Daffa di banner itu ada di album Opa Leo yang mana ya? Bude lupa-lupa ingat (lupanya 2 kali, ingatnya 1 kali, jadi ya lupa aja … )
>>>>>Kalo Bude Tuti lupa- lupa ingat, Daffa lupa-lupa lupa Bude. Opa ingatnya sepotong_sepotong ga bisa detail seperti Bude. Daffa mau tu Bude Tuti kalo dapet kasi Daffa ya? ……ketika lewat kiara condong kereta laju
panorama disana mengajakku tersenyum
……sorang gadis bertelanjang dada
basah rambutnya berkeramas
sempat kulihat tisikannya
dibalik dinding bambu
reot dan tak beratap…… tuuuu kan sepotong sepotong ya…
dulu punya album mBah Leo di covernya bertulis :putih hitam malam-malam kerinduan swami serta hormat dan cintaku pada ibu bapa di desa pelukis yang petani Indonesia.
Bude kenal lagu ‘kereta lewat di Kiara Condong’ itu. Kalau menurut telinga Bude, baris ketiga dari bawah itu bukan “sempat kulihat tisikannya” tapi “sempat kulihat sisi kainnya”. Hayooo … siapa yang bener?
lewat Kiara Condong kereta laju
panorama disana memaksaku tersenyum
bocah-bocah tak berbaju
berlari-lari sepanjang tepi
di setiap detak roda yang ke lima
bergerombol bocah-bocah
…..
>>>>> yuup, Bude Tuti donk yang benar, makaci Bude. Bude, Opa inget lho alamatnya mBah Leo, Jl. Maret No. 30 Surabaya. Kalo Bude ke sono cba deh visit mBah Leo, mana tau dikasi kasetnya lengkap, kalo iya kan Daffa tinggal nunggu copyan aja, h h h.
berayun-ayun laju perahu pak nelayan
laju memecah ombak perahu pak nelayan
buih-buih memercik dikiri-kanan
beraaaaayun..
yaaaa, jadi ingat waktu di tg.pinang nih…
…… semangat padi janyian bunga
bersatu dalam roh dupa
dua hati satu jiwa
…..
makaci Bude Tuti,
jangan bosan momongin Daffa ya,
salam.
>>>>>Iyaaa dooonk, weleh, jadi Ge-eR nih Daffa kalo dah Gede hhhh, Tante Indira jangan berenti ngeblog ya, ntar kalo dah ada anak Tante Indira biar temenan ama Daffa…
regards
daffa
August 19, 2008 at 7:13 pm
Wah daffa, ternyata kita punya tanggal keramat yang sama ya? dulu bude ketemu Pak de tanggal 07 Januari 2007 dan menikah tanggal 07 Januari 2008. Berarti bude akan selalu ingat tanggal Ultahmu. Dan tanggal Aniversrynya Opa dan Oma juga sama dengan tanggal hijrah saya ke US 15 November 2007. Thanks.
>>>>>Fakta demi Fakta baru terungkap…..eeiiiit… kaya berita penyidikan korupsi aja.
Bude Yulis, kenyataan-kenyataan… ternyata demi ternyata… fakta demi fakta antara kita ternyata berkata sama, tulus nafas demi nafas lidah berkata, merajut kata menjalin cerita, membumi silaturahmi menyatukan rohani….waah sok puitis nih daffa ya Bude Yulis.
Bener Bude Yulis, Opa n Oma nikah 15 Nopemper 1981, mami lahir 12 Juli 1982 (prematur/1,2 kg/diinkubasi 55 hari). Mami n Papi nikah 2 April 2006 bertepatan ultah Oma ke 45, Daffa lahir tgl. 07 Januari 2007 pukul 7 { jadi angka 7 (sapta) jadi nama depan Daffa}, Daffa artinya “strong” (jadi nama tengah), lahir di RB. Budi Mulya ( Mulya jadi nama belakang), semoga “Sapta Daffa Mulya” menjdai anak yang menyenangkan hati,….do’ain ya Bude! kata Opa do’a dari hati yang tulus memiliki kekuatan yang dahsyat…kata orang eropa ” take time to pray, its the greatest power ” kata Allah dalam al-Qur’an “Ud’uni astajiblakum”…semoga..
salam ta’jim
daffa,opa,oma,papi n mami
p.s : antara kita ada beda Bude Yulis, di rumah Daffa listerik sering mati.
August 20, 2008 at 2:53 pm
Wah, Daffa makin canggih aja nih ngeblognya, udah bisa pasang foto pake manuver segala ….. plok plok plok lagi deh! Ajarin Bude dong …
).
Ohya, ternyata Daffa suka lagu-lagunya Opa Leo Kristi ya (baca di blog Bude Yulis). Whoa … Bude Tuti juga suka baget tuh lagu-lagunya Opa Leo. Mulai dari album “Nyanyian Fajar”, “Nyanyian Pagi”, “Nyanyian Malam”. Tapi mulai album ke IV. “Nyanyian Tanah Merdeka”, mulai ada beberapa lagu yang Bude kurang cocok, soalnya aransemen musiknya terlalu ‘nyleneh’. Susah dinikmati. Dulu Bude punya kasetnya semua, tapi sekarang sudah pada lenyap entah kemana (jangan-jangan dilemparkan Daffa ke luar jendela ya …
meja kayu, sepasang kursi
bunga mawar merah dan putih
nyala lilin sinar bintang
suara lembut petikan gitar …
sejuta genta di dalam hati
sejuta benang engkau terpisah
tak terjangaku oleh tangan
jalinan panjang rambutmu sayang …
>>>>> Iya Bude Tuti, abis daffa bosan liat blog Daffa tuh… ga menarik tampilannya, ga ada animasinya.. tulisan melulu, padahalkan Daffa belon bica baca ya Bude Tuti. Kalo Opa suruh Daffa mbaca… Daffa baca aja : ” bababa…bababa…bababa…” .
Eh.. ternyata Bude Tuti seneng juga ya ama lagu-lagu mBah Leo Cristi, Daffa senang tuh ama syairnya, penuh warna berjuta makna, dulu Daffa ada album “Nyanyian Tambur Jalan”… tapi sekarang da ga ada.
Taon lalu waktu wisuda “ncle Ji” di ITS Surabaya, nanya-nanya ga ada yang tau tuh dimana ada yang jual… eeh.. kecewa deh.
Bude Tuti, saking seneng ama mBah Leo, waktu pesta Mami n Papiku di Mesjid Agung Annur Pekanbaru ( 02 april 06 bertepatan Ultah Oma ke 45), dipajang banner bertuliskan syairnya mBah Leo ( tapi sedikit dimodfikasi Opa ). Bude Tuti pengen tau ga? kan waktu itu Bude ga datengkan ( memang ga diundang ya, sama tuh..daffa juga ga diundang…. hehehe..).
…..
Berjalan menyusur aroma tanah basah hujan pertama,
melangkah ta..ta..ta..ta..manik-manik airsusu ibunda.
Berjalan menyusur aroma tanah basah hujan kedua,
mendaki dipikul pusaka…do’a suci ibunda.
Berjalan menyusur aroma tanah basah hujan ketiga,
menurun mewariskan pusaka amanah ibunda…
menatap paras pagi tiba.
salam,
daffa.
August 22, 2008 at 5:00 am
Ada koreksi sedikit untuk lirik lagu Opa Leo yang Bude tulis di atas. Lirik baris ke empat, seharusnya adalah ’sonata lembut petikan gitar’.
Masih ada satu bait lagi, lanjutan kedua bait di atas, yaitu :
engkau sendiri kini
aku sendiri kini
selalu kita bersama
walau hanya di hati lai lai lai ….
sampai saat tiba
Daffa kenal nggak lagunya? Bagus banget lho, dinyanyikan dengan suara berat dan melodius Opa Leo. Iringan musiknya gitar saja, dipetik oleh Opa Leo sendiri. Bude akan coba cari kembali lagu-lagu Leo, agar bisa direkam di CD atau MP3.
Bude sudah pernah masuk ke Masjid An Nur, wah … indah sekali ya. Kubahnya yang bermotif wajik-wajik warna biru dan hijau unik sekali. Sayang waktu itu bukan pas pernikahan papi dan mami Daffa, jadi nggak bisa ikut makan gratis ….
Lirik yang ditulis Opa Daffa di banner itu ada di album Opa Leo yang mana ya? Bude lupa-lupa ingat (lupanya 2 kali, ingatnya 1 kali, jadi ya lupa aja …
)
>>>>>Kalo Bude Tuti lupa- lupa ingat, Daffa lupa-lupa lupa Bude. Opa ingatnya sepotong_sepotong ga bisa detail seperti Bude. Daffa mau tu Bude Tuti kalo dapet kasi Daffa ya?
……ketika lewat kiara condong kereta laju
panorama disana mengajakku tersenyum
……sorang gadis bertelanjang dada
basah rambutnya berkeramas
sempat kulihat tisikannya
dibalik dinding bambu
reot dan tak beratap……
tuuuu kan sepotong sepotong ya…
dulu punya album mBah Leo di covernya bertulis :putih hitam malam-malam kerinduan swami serta hormat dan cintaku pada ibu bapa di desa pelukis yang petani Indonesia.
salam “gula galugu”
daffa
August 25, 2008 at 5:49 pm
Bude kenal lagu ‘kereta lewat di Kiara Condong’ itu. Kalau menurut telinga Bude, baris ketiga dari bawah itu bukan “sempat kulihat tisikannya” tapi “sempat kulihat sisi kainnya”. Hayooo … siapa yang bener?
lewat Kiara Condong kereta laju
panorama disana memaksaku tersenyum
bocah-bocah tak berbaju
berlari-lari sepanjang tepi
di setiap detak roda yang ke lima
bergerombol bocah-bocah
…..
>>>>> yuup, Bude Tuti donk yang benar, makaci Bude. Bude, Opa inget lho alamatnya mBah Leo, Jl. Maret No. 30 Surabaya. Kalo Bude ke sono cba deh visit mBah Leo, mana tau dikasi kasetnya lengkap, kalo iya kan Daffa tinggal nunggu copyan aja, h h h.
berayun-ayun laju perahu pak nelayan
laju memecah ombak perahu pak nelayan
buih-buih memercik dikiri-kanan
beraaaaayun..
gula galugu swara nelayan…
lihat-lihat nelayan
rentang jala pukat
itarik-tariklah tambang umpan sudah lekat
ikannya melompat-lompat…
yaaaa, jadi ingat waktu di tg.pinang nih…
…… semangat padi janyian bunga
bersatu dalam roh dupa
dua hati satu jiwa
…..
makaci Bude Tuti,
jangan bosan momongin Daffa ya,
salam.
August 26, 2008 at 7:12 am
Wah mamanya cantik, pantes Daffa ganteng banget
>>>>>Iyaaa dooonk, weleh, jadi Ge-eR nih Daffa kalo dah Gede hhhh, Tante Indira jangan berenti ngeblog ya, ntar kalo dah ada anak Tante Indira biar temenan ama Daffa…
regards
daffa