Rendang Remote di Ranah Minang

Kebiasaan lempar-lempar bola membuatku suka (sadar atau tidak) melemparkan apa saja yang ada ditanganku jika aku tak lagi menghendakinya, atau jika aku ingin mengambil benda-benda lain yang lebih menarik perhatianku. Misalnya melemparkan botol susu setelah susunya habis ku sedot atau kalo udah merasa kenyang, menjatuh gelas kalo siap minum – kalo yang satu ini seru benar, jika gelasnya plastic di a akan bergelinding seakan menantangku berguarau, kalau gelasnya kaca wow bunyinya seru sekali yang kulempar satu hasilnya jadi banyak berkeping-keping.

Pada waktu aku masih di Padang di rumah Papi, aku lagi asyik-asyiknya nonton tv dan lebih asyik lagi banting remote hingga tutup baterai lepas dan sepasang baterainya yang kecil mungil bergelinding berkejar-kejaran sesamanya, aku mendengar suara mami dan nenek dari arah dapur. Aku ingin tau apa yang mereka bincangkan, aku berlari dengan bangkai remote ditanganku, nenek menghadang laju lariku karena takut menabrak kompor yang sedang panas karena mereka sedang memasak rendang.

Aku paling ga suka jika kehendakku dihambat, aku berkeras menerobos hadangan nenek, aku berusaha tapi aku kalah, spontan saja remote ditanganku melayang “jreeeeng”… mengenai panci di rak piring , gak gol masuk kuali… kalo masuk?… ya jadi donk!.. jadi apa?… jadi “rendang remote” lah… nama berubah jadi “rendang remote di ranah minang”.

One Response to “Rendang Remote di Ranah Minang”

  1. Wah kalau ada gambar rendang remote-nya pasti lebih seru postingan ini :-D

    >>>>> Bener Tante Indira, tapi sayang ga ada dokumentasinya ya, Makaci calan nya Tante Indira.
    salam,
    Daffa

Leave a Reply