Es Teler Berkuah gulai
Buah semangka berdaun sirih, atau cempedak berbuah nangka sudah sering telinga kita mendengarnya bukan? Tapi kalau “Es Teler berkuah gulai? mungkin belum pernah anda membacanya, apalagi aku (aku kan belon pande baca teman-teman), kisahku ini kan gawean opa buat ku kelak kalo aku dah cekola.
Es Teler Berkuah Gulai bukanlah resep masakan dari majalah Nova, bukan resep masakan koki terkenal dan bukan pula resep masakan Oma, apalagi resep dokter Desy, tapi judul sebuah kisah yang ditulis Opa yang bertutur tentang aku di suatu makan siang.
Kala suatu siang yang panas, mami n papi kembali dari kampus mebawa es teler yang kemudian di sajikan dalam beberapa mangkok di meja makan, dirumahku yang RSSSSSSS yang di meja tsb. sudah ada hidangan lauk pauk termasuk gulai ikan patin kesenangan ncle Na.
Ketika Mami kebelakang membuang plastic kemasan Es tadi, diam-diam aku naik ke kursi meja makan, mualailah aku jadi koki, dengan sendok di tanganku kuaduk es teler lalu kumasukkan ke semua wadah yang ada, gelas, magkok cuci tangan, mangkok nasi, mangkok gulai termasuk permukaan meja. Selanjutnya giliran guali kusebarkan ke semua wadah, termasuk mangkok es teler.
Opa hadir ketika aku sedang sibuk-sibuknya, opa melihat meja makan berserakan bak lukisan abstraknya pelukis kesohor Affandi. Opa bilang : wah Daffa masak ya?… masak “Es Teler Berkuah Gulai” katanya sambil mengambil sendok di tanganku, tapi sendok itu dluan kulempar… wuuz sendok melayang dan nyagkut di gordin.
